Sabtu, 18 April 2026

Purbaya Bongkar Biang Kerok Banyaknya Pekerjaan Informal di RI

Photo Author
Rahmad Ade, Gema Lantang
- Jumat, 10 Oktober 2025 | 11:47 WIB

Menkeu Purbaya respons laporan Bank Dunia soal pekerja informal di Indonesia. (Instagram/menkeuri)
Menkeu Purbaya respons laporan Bank Dunia soal pekerja informal di Indonesia. (Instagram/menkeuri)

“Saya nggak mau kasih banyak-banyak, karena biasanya kebanyakan nanti nganggur duitnya,” terangnya.

Sebelumnya, Purbaya mengungkapkan bahwa pekerjaan sektor informal banyak muncul karena dampak pertumbuhan ekonomi yang melambat.

Oleh karena itu, tren pekerjaan di sektor informal pun akhirnya naik di Indonesia.

“Kerjaan informal meningkat karena growth-nya lambat kan kemarin-kemarin. Kalau kita ciptakan growth yang lebih cepat, nanti yang informal-informal itu pelan-pelan akan berkurang, masuk ke formal,” kata Purbaya pada wartawan di Jakarta pada Rabu, 8 Oktober 2025.

Baca Juga: Tantangan Pemerintah, 10 Juta Orang Indonesia Butuh Pekerjaan

Saat ini, kata Purbaya, pemerintah sedang mencoba membalikkan arah pertumbuhan ekonomi yang bisa berdampak pada lapangan pekerjaan.

“Kalau pertumbuhan ekonomi penganggurannya gede tapi track recordnya nggak besar, berarti masuk ke informal kan. Itu yang kita ubah kan, karena kadang-kadang income-nya nggak menentu,” imbuhnya.

World Bank East Asia and The Pacific Economic Update October 2025 menyebutkan bahwa kawasan Asia Timur dan Pasifik mengalami kesulitan dalam mencari lapangan kerja.

Bahkan secara spesifik disebutkan bahwa 1 dari 7 pemuda di Indonesia dan China adalah pengangguran yang sulit mendapatkan pekerjaan.

Baca Juga: Menakar Keberanian Pemerintah Menyebar Dana Rp200 Triliun ke Daerah

Dari laporan tersebut juga menyinggung tentang orang-orang di Asia Timur dan Pasifik masih banyak yang bekerja di sektor informal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rahmad Ade

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Geopolitik Minyak Venezuela dan Ekonomi Indonesia

Minggu, 11 Januari 2026 | 13:38 WIB

Kaleidoskop 2025: Sorotan Publik pada DPR

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:11 WIB
X