Sabtu, 18 April 2026

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Bongkar Upaya Negosiasi Tarif Trump

Photo Author
Rahmad Ade, Gema Lantang
- Jumat, 18 April 2025 | 13:18 WIB

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump (kiri) dan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (kanan). (Gemalantang.com/Instagram.com /@bahlillahadalia - @potus)
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump (kiri) dan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (kanan). (Gemalantang.com/Instagram.com /@bahlillahadalia - @potus)

GEMALANTANG.COM, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengklaim RI akan menambah porsi impor minyak atau crude oil dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari Amerika Serikat (AS).

Hal itu sebagai upaya negosiasi atas kebijakan tarif balasan atau resiprokal Presiden AS, Donald Trump.

Baca Juga: Houthi Kecam Serang Udara AS di Pelabuhan Minyak Ras Isa

Bahlil menyebut penambahan kuota impor minyak dan LPG itu juga sebagai bagian dari strategi untuk menyeimbangkan neraca perdagangan antara RI dan AS.

Menteri ESDM menuturkan, impor LPG dari AS akan ditambah dari 54 persen menjadi 85 persen. Kemudian, impor minyak dari AS yang sebelumnya tidak lebih dari 4 persen akan ditingkatkan menjadi lebih dari 40 persen.

Baca Juga: Amerika Serikat Bombardir Pelabuhan Minyak Ras Isa di Yaman

"Sekarang kan 54 persen impor LPG kita dari Amerika dan itu akan kita naikan sekitar 80-85 persen," tutur Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis, 17 April 2025.

"Kemudian crude oil kita di Amerika itu tidak lebih dari 4 persen, ini kita naikkan menjadi 40 persen lebih," lanjutnya.

Baca Juga: Puluhan Warga Palestina Tewas Akibat Serangan Udara Israel

Bahlil juga menyebut soal kuota BBM yang masuk rencana penambahan kuota impor dari AS, namun sang menteri belum menjelaskan teknisnya.

"BBM juga demikian, BBM di Amerika itu kan sedikit sekali, nanti detilnya setelah saya akan melakukan pembahasan teknis dengan tim teknis dan Pertamina," tuturnya.

Baca Juga: Terus Berjuang Untuk Daerahnya, Fadhil Arief Usulkan Sekolah Rakyat ke Mensos

 

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rahmad Ade

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Geopolitik Minyak Venezuela dan Ekonomi Indonesia

Minggu, 11 Januari 2026 | 13:38 WIB

Kaleidoskop 2025: Sorotan Publik pada DPR

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:11 WIB
X