Sabtu, 18 April 2026

Ekonomi RI Tumbuh 5,12 Persen, Industri CPO-Farmasi Jadi Pendorong

Photo Author
Rahmad Ade, Gema Lantang
- Selasa, 5 Agustus 2025 | 14:09 WIB

Ilustrasi pertumbuhan Ekonomi RI yang tumbuh pada kuartal II (Q2) pada tahun 2025. (Freepik.com)
Ilustrasi pertumbuhan Ekonomi RI yang tumbuh pada kuartal II (Q2) pada tahun 2025. (Freepik.com)

GEMA LANTANG, JAKARTA -- Pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan tren yang menggembirakan pada triwulan II (Q2) pada tahun 2025. 

Dilansir dari Reuters, perekonomian nasional tumbuh sebesar 5,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya secara year-on-year (yoy). Angka ini lebih tinggi dibandingkan triwulan I-2025 yang tumbuh 4,87 persen.

Baca Juga: Medvedev Sebut Lawan Rusia Akan Hadapi Kenyataan Baru

Kinerja ini tercatat sebagai pertumbuhan ekonomi tercepat sejak triwulan II-2023. Capaian tersebut memberikan sinyal positif bagi kondisi fundamental ekonomi nasional yang semakin kuat di tengah tantangan global. 

"Berdasarkan basis kuartal ke kuartal (qtq) yang tidak disesuaikan secara musiman, produk domestik bruto tumbuh 4,04 persen pada bulan April-Juni, menurut Badan Pusat Statistik (RI)," tulis Reuters dalam artikel yang tayang pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Baca Juga: Polisi Ungkap Fakta Terbaru Kasus Pelajar SMK Tewas Usai Ditebas Celurit

Berdasarkan data BPS yang dirilis pada Selasa, 5 Agustus 2025, Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan menjadi sektor yang mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni 13,53 persen.

Hal ini dipicu oleh musim panen yang sukses serta permintaan yang tinggi terhadap komoditas pangan.

Dari sisi pengeluaran, komponen pengeluaran konsumsi pemerintah mencatat pertumbuhan paling signifikan, mencapai 21,05 persen. Kenaikan ini menunjukkan adanya peran aktif belanja negara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, baik untuk sektor infrastruktur maupun pelayanan publik.

Baca Juga: Warga Panik Sumur Pertamina EP di Subang Meledak

Sektor industri pengolahan menjadi pilar utama pertumbuhan dengan kinerja yang terus positif. Industri makanan dan minuman, misalnya, tumbuh 6,15 persen berkat peningkatan permintaan domestik maupun ekspor, seperti produk CPO, minyak goreng, dan makanan olahan lainnya.

Industri logam dasar juga mengalami lonjakan pertumbuhan hingga 14,91 persen karena tingginya permintaan ekspor, terutama untuk produk besi dan baja.

Baca Juga: BMW X3 Dinobatkan SUV Favorit di GIIAS 2025, Tapi Ada Catatan Negatif

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rahmad Ade

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Geopolitik Minyak Venezuela dan Ekonomi Indonesia

Minggu, 11 Januari 2026 | 13:38 WIB

Kaleidoskop 2025: Sorotan Publik pada DPR

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:11 WIB
X