“Setelah ditegur aman, cuma 5 menit kemudian berisik lagi,” imbuhnya.
Tuai Sorotan tentang Etika di Transum
Video viral itu kemudian ramai menjadi tempat diskusi warganet yang menyoroti etika saat menggunakan transportasi umum.
Tak hanya ketika di kereta, warganet juga menyebut sikap dan etika yang baik harus dijaga.
Selain itu, menggunakan toa yang berpotensi membuat kebisingan dan mengganggu penumpang lain juga sebaiknya dihindari.
Warganet juga menyebut hal serupa tidak boleh lagi dinormalisasikan jika berkaitan dengan kepentingan umum.
“Ini nggak bisa dinormalisasi, pikirkan kenyamanan yang lain. Kalau mau pakai pengeras suara, sewa satu gerbong khusus untuk rombongannya biar nggak ganggu yang lain,” ujar salah satu warganet dengan akun Aurinda
Artikel Terkait
Combiphar bersama Brand Maltofer Ajak Masyarakat Bangun Generasi Sehat dan Cerdas lewat Kampanye #ZatBesiPasBekerjaCerdas
Propam Periksa Polsek Pasar Minggu Buntut Viral Temuan Nenek Warism yang Diduga Tersesat namun Laporannya Diabaikan Polisi
Usai Viral OTT Bupati Tulungagung, Muncul Dugaan Pasang Tarif Jual-Beli Jabatan Camat hingga Kepala Sekolah
Korban Skandal Pelecehan di FH UI Minta Isi Chat Terduga Pelaku Tak Dianggap Sepele, tapi Perjuangan 1,5 Tahun Lamanya