Sabtu, 18 April 2026

Dugaan Pungli Izin MTs dan MA, Kakan Kemenag Batang Hari Diminta Turun Tangan

Photo Author
Syahreddy, Gema Lantang
- Kamis, 16 April 2026 | 22:07 WIB

Foto ilustrasi dugaan praktik pungli  (Gema Lantang)
Foto ilustrasi dugaan praktik pungli (Gema Lantang)

Gemalantang.com -Dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang melibatkan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Batang Hari mencuat.

Sejumlah ustadz dari pondok pesantren (ponpes) dikabarkan menjadi korban, dengan adanya permintaan sejumlah uang yang tidak memiliki dasar resmi.

Dugaan Pungli ini bermula dari oknum ASN Faisal yang saat itu masih dinas di Kantor Kemenag Batang Hari, yang dia ikut mengurus izin operasional MTS dan MA Ponpes Batang Hari. 

Saat dikonfirmasi jurnalis ini,  Faisal menepis kalau dirinya tidak ada memungut uang kepada ustadz-ustadz untuk administrasi pengajuan izin 

Baca Juga: Dituding Pura-pura Jadi Korban Pungli Satpol PP Jakarta, Ibu-ibu PKL Ini Meronta-ronta dengan Sebilah Pisau di Tangan

Ia juga menyebutkan, bahwa dirinya tidak pernah berjanji akan membantu mengeluarkan izin operasional MTS dan MA sampai selesai 

" Saya tidak pernah meminta uang atau menjamin izin operasional MTS dan MA keluar," katanya berdalih. 

Namun, apa yang disampaikan Faisal kepada media hanya berdalih, bukan yang sebenarnya 

" Itu dalih dia saja bang, kalau tidak ada dijanjikan sampai izin keluar, kami juga tidak akan tergiur," ungkapnya ustadz inisial T saat dikonfirmasi jurnalis ini, Kamis (16/4/2026).

Ustadz T ini salah ustadz yang memiliki Pondok Pesantren di Kota Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari,  Jambi. Ia juga korban dari janji oleh Faisal ini. 

Ustadz T ini juga menuturkan, dari awal dirinya sudah ragu terhadap Faisal, karena terlalu mendesak minta duit. 

 

Baca Juga: ‎Pengguna Jalan Resah Ada 'Pungli' di Paal Merah Kota Jambi

Tidak hanya itu, oknum ASN Faisal ini juga menyebutkan, bahwa uang tersebut juga akan diberikan ke kawan-kawan di dalam 

" Setelah dapat kabar dia pindah ke MTsN Bajubang,  saya datang ke Kemenag.  Dan kawan-kawan di sana menyebutkan kalau Faisal ini berbohong," tambahnya. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Syahreddy

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X