Sabtu, 18 April 2026

Ada Perbaikan Ekonomi: Ibaratkan Luka dari Jokowi Disembuhkan Prabowo

Photo Author
Rahmad Ade, Gema Lantang
- Selasa, 28 Oktober 2025 | 16:21 WIB

Syahganda Nainggolan sebut ada perbaikan peningkatan daya beli di pemerintahan Presiden Prabowo. (Tangkapan layar YouTube Bambang Widjojanto)
Syahganda Nainggolan sebut ada perbaikan peningkatan daya beli di pemerintahan Presiden Prabowo. (Tangkapan layar YouTube Bambang Widjojanto)

GEMA LANTANG -- Politikus sekaligus aktivis, Syahganda Nainggolan menyoroti adanya perbaikan dalam perekonomian di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Syahganda mengatakan bahwa saat ini ada peningkatan daya beli yang sudah mulai terlihat di tengah masyarakat.

Hal tersebut ia sampaikan saat menjadi bintang tamu dalam podcast milik Bambang Widjojanto yang diunggah dalam kanal YouTubenya pada Selasa, 28 Oktober 2025.

Dalam video itu, sebelumnya Bambang menyinggung tentang kelemahan daya beli masyarakat karena perlambatan ekonomi dan ketegangan geopolitik yang masih berlangsung.

Baca Juga: Gaya 'Ceplas-ceplos' Purbaya Pikat Publik, Dinilai Bikin 'Baku Tikam' Pejabat Lain

Syahganda: Indeks Kepercayaan Konsumen Tetap Meningkat

Syahganda mengatakan bahwa meski sempat ada perlambatan ekonomi, ketergantungan pada ekspor komunitas mentah, hingga penyerapan anggaran yang belum optimal, namun tetap saja ada kenaikan daya beli yang terjadi.

“Itu nggak ada masalah, relatif ya. Maksudnya peningkatan daya beli terjadi relatif, tapi memang ada masalah soal kesulitan mencari kerja,” ujar Syahganda dalam video tersebut.

“Bagaimana hubungannya itu kesulitan mencari kerja api ada sedikit peningkatan daya beli. Tapi yang jelas, ada indeks kepercayaan konsumen yang meningkat,” imbuhnya.

Baca Juga: Wariskan Whoosh dengan Lilitan Utang, Jokowi Ingatkan Manfaat Ekonomi

Optimis Pemerintahan Prabowo Sudah Perbaiki Perekonomian

Mantan Komisaris PT Pelindo itu mengatakan pemerintahan Prabowo memberikan harapan untuk memperbaiki perekonomian dan membandingkan dengan Joko Widodo (Jokowi).

“Kita nih luka parah, misal gara-gara 10 tahun Jokowi ini lukanya parah, tapi kemudian Prabowo mulai nyembuhin dikit. Kulitnya mulai ketutup nih di zaman Prabowo nih lukanya, itu yang kita apresiasi,” ucapnya.

“Tapi, kalau tetap mau lihat lukanya parah ya nggak ada yang bisa diapresiasi gitu,” tambahnya.

Baca Juga: Kemenhaj Bongkar Rincian Biaya dan Pelayanan Haji 2026

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rahmad Ade

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Geopolitik Minyak Venezuela dan Ekonomi Indonesia

Minggu, 11 Januari 2026 | 13:38 WIB

Kaleidoskop 2025: Sorotan Publik pada DPR

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:11 WIB
X