Sabtu, 18 April 2026

Militer Israel Mengaku Tidak Bisa Melenyapkan Hamas

Photo Author
Rahmad Ade, Gema Lantang
- Jumat, 21 Juni 2024 | 09:54 WIB

Pertemuan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu (Kiri) Menteri Pertahanan Yoav Gallant (tengah) dan Kepala Staf IDF Herzi Halevi di pangkalan militer 'Bahad 1' di Israel selatan (Gemalantang .com/Times of Israel)
Pertemuan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu (Kiri) Menteri Pertahanan Yoav Gallant (tengah) dan Kepala Staf IDF Herzi Halevi di pangkalan militer 'Bahad 1' di Israel selatan (Gemalantang .com/Times of Israel)

GEMALANTANG.COM -- Juru Bicara IDF Laksamana Muda Daniel Hagari mengungkapkan tujuan perang Israel untuk memberantas kelompok Hamas tidak mungkin tercapai.

Hagari menyebut Hamas sebagai gagasan yang berakar di hati masyarakat Palestine dan juga mengatakan bahwa Hamas akan tetap berada di Gaza kecuali ditemukan alternatif lain selain perperangan.

Baca Juga: Meski Disanksi Barat, Tenaga Nuklir Rusia Semakin Tak Tertandingi

“Urusan menghancurkan Hamas, membuat Hamas menghilang, ini hanyalah membuang pasir ke mata publik, Hamas adalah sebuah ide, Hamas adalah sebuah partai. Hal ini berakar di hati masyarakat, siapa pun yang berpikir kita bisa melenyapkan Hamas adalah salah,” ungkap Hagari seperti dikutip The Times Of Israel, Jum'at (21/06/2024).

Sementara itu, ketegangan antara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan pejabat tinggi pertahanan Israel semakin mencuat kepermukaan. Disisi lain, Menteri Pertahanan Yoav Gallant telah mendesak Netanyahu untuk memajukan rencana pemerintahan Gaza pascaperang.

Baca Juga: AS Meradang, Setelah Pyongyang Vladimir Putin Terbang Menuju Hanoi

Kepala Staf IDF Herzi Halevi dan kepala Shin Bet Ronen Bar juga baru-baru ini berselisih dengan Netanyahu mengenai perencanaan strategis.

Sedangkan pemimpin Persatuan Nasional Benny Gantz mengundurkan diri pekan lalu dari pemerintahan darurat perang setelah perdana menteri menolak untuk menyampaikan rencana pascaperang oleh Israel.

Kendati demikian, tanda-tanda perselisihan lainnya baru-baru ini kembali mencuat antara militer dan Netanyahu, mengenai jeda taktis dalam pertempuran di sepanjang jalan di Gaza selatan yang menuai kritik dari Netanyahu.

Baca Juga: Korea Utara Dukung Penuh Rusia, Kim Jong-un Sebut Putin Sahabat Tersayang

“Untuk mencapai tujuan menghancurkan kemampuan Hamas, saya harus membuat keputusan yang tidak selalu diterima oleh pimpinan militer,” kata Netanyahu

Kritik tajam Netanyahu itu direspon oleh militer Israel, IDF mengatakan tindakan tersebut sejalan dengan instruksi perdana menteri untuk meningkatkan jumlah bantuan memasuki Jalur Gaza.

 

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rahmad Ade

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Geopolitik Minyak Venezuela dan Ekonomi Indonesia

Minggu, 11 Januari 2026 | 13:38 WIB

Kaleidoskop 2025: Sorotan Publik pada DPR

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:11 WIB
X