Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri memperingatkan warga agar tidak pindah dari wilayah utara ke selatan, dan menuduh Israel menggunakan tekanan psikologis terhadap warga untuk semakin menggusur warga Palestina.
Baca Juga: Ternyata Ini Alasan Warga Palestina Mengungsi Ke Sekolah Milik PBB
"Kami memperingatkan warga terhadap kebohongan dan tipu daya pendudukan. Kami menghargai keteguhan warga di rumah mereka," kata kementerian dalam sebuah pernyataan.
Hamas juga menuduh Israel meningkatkan pembomannya dalam dua hari terakhir sebagai tanggapan terhadap Mahkamah Internasional, yang memutuskan pada hari Jum'at lalu, bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina adalah ilegal.
Baca Juga: Israel Dituduh Serang Warga Sipil Lebanon, Hizbullah Akan Ubah Target Serangan
"Perserikatan Bangsa-Bangsa harus bertindak cepat untuk menghentikan pertunjukan kejahatan Zionis dan terorisme yang terjadi dengan dukungan langsung dari pemerintah Amerika," kata kelompok Palestina tersebut dalam sebuah pernyataan.
Artikel Terkait
Militer AS Bongkar Dermaga Bantuan Kemanusiaan Di Gaza, Israel Bangun Rute Baru
Ribuan Mahasiswa Bentrok Dengan Polisi, Empat Orang Tewas, Ratusan Lainnya Terluka
Bahaya!!! Knesset Israel Tolak Pembentukan Negara Palestina
Tragis, Jumlah Korban Tewas Meningkat Dalam Demo Berdarah Di Bangladesh
Ternyata Ini Alasan Warga Palestina Mengungsi Ke Sekolah Milik PBB
Komunikasi Terganggu, Surat Kabar Berbasis Di Bangladesh Berhenti Update Berita
Pesawat Nirawak Milik Houthi Yaman Hantam Pusat Kota Tel Aviv
Ini Penyebab Awal Kerusuhan Di Bangladesh, Ribuan Orang Terluka
Dubes Rusia Galau, Atletnya Dilarang Dapat Dukungan Di Olimpiade Paris 2024
Balasan Serangan Houthi, Israel Bombardir Objek Vital Yaman