Sabtu, 18 April 2026

‎Kejagung Didesak Bongkar Skandal Batubara Koto Boyo

Photo Author
Rahmad Ade, Gema Lantang
- Selasa, 21 Oktober 2025 | 12:16 WIB

Potret Dr. Noviardi Ferzi, seorang pengamat kebijakan publik dan ekonomi ternama di Jambi. (Ist)
Potret Dr. Noviardi Ferzi, seorang pengamat kebijakan publik dan ekonomi ternama di Jambi. (Ist)

‎Yang jelas, kata Noviardi, tanpa tindakan struktural, mafia tambang akan terus berganti wajah, sementara kerusakan lingkungan dan penderitaan warga tetap menjadi warisan.

‎"Koto Boyo kini menjadi cermin: ketika negara membiarkan tambang ilegal tumbuh, yang terjadi bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi pengkhianatan terhadap amanat konstitusi untuk mengelola sumber daya alam sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat." sebutnya.

Baca Juga: OJK: Kerugian Akibat Penipuan Keuangan Capai Rp7 Triliun

‎Menurutnya, Kejagung tak boleh hanya menonton, ketika lubang-lubang tambang di Koto Boyo bukan sekadar luka di tanah, tapi juga simbol ketidakadilan.

‎"Di sinilah negara diuji — apakah ia masih punya keberanian menegakkan hukum di hadapan kekuatan modal gelap." ujar Noviardi Ferzi.

‎"Karena jika Koto Boyo dibiarkan, maka bukan hanya batubaranya yang hilang, tapi juga wibawa hukum itu sendiri." tutupnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rahmad Ade

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ucapan Selamat Hari raya Idul Fitri

Senin, 2 Maret 2026 | 15:01 WIB
X