GEMALANTANG.COM - Beredar foto di media sosial yang diduga menunjukkan hasil laporan palsu soal tindak lanjut kasus parkir liar dalam aplikasi resmi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, bernama JAKI (Jakarta Terkini).
Terlihat dalam unggahan akun Threads @seinsh, pada Minggu, 5 April 2026, pemilik akun tersebut mengutarakan kekecewaannya terkait penanganan parkir liar di wilayah Jakarta yang tidak kunjung selesai.
Warga tersebut mengaku sudah melakukan berbagai upaya, mulai dari menegur pelaku secara langsung hingga melapor ke tingkat kelurahan, namun tidak membuahkan hasil.
Kemudian, warga DKI itu mencoba melaporkan permasalahan tersebut melalui aplikasi JAKI sebagai aplikasi resmi Pemprov DKI Jakarta.
Alih-alih mendapatkan penertiban yang nyata, ia justru mengaku mendapatkan balasan bukti "tindak lanjut" yang diduga kuat merupakan laporan palsu hasil manipulasi kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI).
Terlihat dalam laporan tersebut, semula seorang pria berdiri dengan deretan mobil yang diduga terparkir liar di lokasi.
Kemudian terdapat foto lain yang memperlihatkan kondisi di sekitar pria tersebut yang tampak sudah dalam kondisi rapi tanpa kendaraan mobil.
Artikel Terkait
ASN Batang Hari Diminta Ikhlas dan Profesional dalam Melayani Masyarakat oleh Bupati Fadhil Arief
Sempat berhenti beroperasi selama periode Lebaran, program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah resmi kembali berjalan, sejak 31 Maret 2026. Badan Gizi
Isu PHK PPPK Mengguncang Daerah, BKN: Tidak Ada Dasar Hukum Pemberhentian Massal
Viral Aksi Gercep Ibu-ibu yang Gagalkan Dugaan Aksi Curanmor di Tangerang, Pelaku Langsung Melipir Kabur
Viral Rombongan Santri Gagal Terbang Meski Punya Boarding Pass, Pengurus Laporkan Super Air Jet ke Polisi
SK Turun, Kepenguruasan PCNU Banyuwangi Dilantik Sabtu Besok di Ponpes Minhajut Thullab Muncar
Meski Sudah Viral hingga Kantongi Identitas Terduga Maling di Jakpus, Korban Masih Was-was Pelaku Belum Tertangkap
Didampingi Wawalkot Surabaya dan Mojokerto, Calon Pengantin Korban Dugaan Penipuan WO Kamuya Tuntut Refund
Siswa SMK di Kudus Minta Jatah MBG Dialihkan untuk Guru, Aksinya Dipuji Sebagai Generasi Emas