Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati mengecam pembantaian yang mengerikan itu dan mengatakan dia telah membatalkan perjalanannya ke Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahunan di New York karena perkembangan yang terkait dengan agresi Israel.
Baca Juga: GRIB Jaya Kota Jambi Siap Amankan Pilwako Jambi
Jerman mengatakan ada kebutuhan mendesak untuk meredakan ketegangan. PBB juga telah menyuarakan kekhawatiran tentang peningkatan eskalasi dan menyerukan penahanan diri secara maksimal dari semua pihak.
Sebelumnya, sebuah pernyataan militer mengatakan pesawat Israel menyerang ribuan peluncur roket yang siap ditembakkan dari Lebanon selatan, serta sekitar 180 target lain yang tidak disebutkan namanya.