Sabtu, 18 April 2026

Respons AHY soal Rencana Whoosh Buka Rute ke Surabaya

Photo Author
Rahmad Ade, Gema Lantang
- Rabu, 22 Oktober 2025 | 08:23 WIB

Menko IPK, Agus Harimurti Yudhoyono, membeberkan soal proyek Whoosh rute Surabaya. (Instagram/agusyudhoyono)
Menko IPK, Agus Harimurti Yudhoyono, membeberkan soal proyek Whoosh rute Surabaya. (Instagram/agusyudhoyono)

GEMA LANTANG, JAKARTA -- Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) yang melayani rute Jakarta-Bandung, direncanakan akan memiliki rute hingga ke Surabaya.

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) memberi beban utang pada negara sebesar Rp116 triliun, masihmungkinkah untuk rute Surabaya direalisasikan.

Mengenai rencana membuka rute hingga surabaya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan bahwa ada sejumlah hal yang jadi pertimbangan ketika proyek tersebut direalisasikan, termasuk soal utang.

Rute ke Surabaya Membuka Konektivitas 

AHY tak menampik jika realisasi rencana Whoosh ke Surabaya dan permasalahan utang adalah sebuah pilihan yang perlu pendekatan khusus.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Proyek Whoosh Mengemuka, Mahfud MD: KPK Harus Bertindak

“Di satu sisi kita ingin konektivitas secara signifikan, karena bisa dibayangkan kalau Jakarta-Surabaya bisa ditempuh 3 jam saja, maka signifikan dari sisi travel time, waktu tempuh,” ujar AHY kepada awak media di kantor Kemenko IPK, Jakarta Pusat pada Selasa, 21 Oktober 2025.

“Saya membayangkan kalau masih kuliah di Surabaya, bisa setiap hari pulang pergi 3 jam sambil ngerjain paper atau ngerjain tugas atau bisa meeting terus balik lagi,” imbuhnya.

Keterbatasan Anggaran Jadi Pertimbangan

Perhitungan anggaran yang harus dikeluarkan juga menjadi perhatian karena dengan terbukanya jalur baru tentu akan berdampak pada wilayah yang dilewati.

“Kalau kita fokus ke sana saja (rute Surabaya), tentu seperti tidak sensitif terhadap kebutuhan pemerataan pembangunan wilayah,” ucap AHY.

Baca Juga: Begini Jawaban Purbaya soal Alokasi Uang Sitaan Korupsi untuk LPDP

“Kita tidak bisa hanya fokus pada satu hal, tapi kita juga selalu dihadapkan pada keterbatasan anggaran, tanpa harus mengesampingkan pemerataan, kita harus hitung dengan baik,” jelasnya.

Harus Ada Benefit untuk Kawasan yang Dilewati

Ketua Umum Partai Demokrat itu menyebut bahwa pembangunan jalur kereta api juga harus memberi keuntungan pada kawasan yang dilewati, terlebih daerah transit.

AHY menyatakan jangan sampai pemerintah hanya membangun jalurnya saja, tetapi tidak ada benefit atau keuntungan yang dirasakan secara luas.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rahmad Ade

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Geopolitik Minyak Venezuela dan Ekonomi Indonesia

Minggu, 11 Januari 2026 | 13:38 WIB

Kaleidoskop 2025: Sorotan Publik pada DPR

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:11 WIB
X