GEMALANTANG.COM, SANAA -- Serangan pertama AS terhadap kelompok Houthi di Yaman sejak Donald Trump menjabat menewaskan 31 orang, kata kelompok itu pada hari Minggu.
Sementara itu, Presiden AS memperingatkan neraka akan menimpa kelompok yang didukung Iran itu jika tidak berhenti menyerang pengiriman barang.
Kelompok Houthi mengatakan anak-anak termasuk di antara mereka yang tewas akibat rentetan serangan hebat tersebut.
Baca Juga: PLN Siagakan 1.000 Unit SPKLU di Jalur Mudik Sumatra dan Jawa
Seorang saksi AFP yang tengah berada di ibu kota Yaman, Sanaa, mendengar ledakan dan melihat gumpalan asap mengepul.
Serangan di Sanaa, serta wilayah di Saada, Al-Bayda dan Radaa, menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai 101 orang.
"Sebagian besar adalah anak-anak dan wanita", kata juru bicara kementerian kesehatan Houthi Anis Al-Asbahi dalam sebuah pernyataan.
Baca Juga: Trump Minta Putin Mengampuni Nyawa Ribuan Tentara Ukraina
Trump, dalam sebuah posting di media sosial, berjanji untuk menggunakan kekuatan mematikan yang luar biasa untuk mengakhiri tindakan Houthi, yang menurut mereka merupakan bentuk solidaritas dengan Palestina di tengah perang di Gaza.
"Kepada semua teroris Huthi, WAKTU KALIAN SUDAH HABIS, DAN SERANGAN KALIAN HARUS DIHENTIKAN, MULAI HARI INI. JIKA TIDAK, NERAKA AKAN MENGHANCURKAN KALIAN DENGAN SANGAT BESAR!" katanya.
Selain mengumumkan tindakan terhadap Houthi, Trump mengeluarkan peringatan keras kepada pendukung utama kelompok tersebut.
Baca Juga: Gubernur Al Haris: Ramadhan Momentum Mempererat Persatuan dan Kesatuan
“Kepada Iran: Dukungan terhadap teroris Houthi harus SEGERA diakhiri!” katanya.