“Kalau sudah surplus, mestinya tidak ada alasan untuk impor. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, impor malah dibebaskan. Kami bingung dengan arah kebijakan ini,” tegasnya.
Baca Juga: Mengintip Proyek Besar RI demi Atur Tumpang Tindih Data Instansi
Nur juga mengungkap persoalan serupa yang dialami pada produksi etanol. Sekjen DPN APTRI menyebut, kapasitas pabrik di dalam negeri sebenarnya mencapai 303 ribu kiloliter. Namun, produksi riil hanya sekitar 160 ribu kiloliter karena pasar dikuasai produk impor.
“Produksi tetes yang seharusnya bisa mendukung pabrik etanol jadi tidak terserap maksimal. Pasar lebih memilih etanol impor yang harganya lebih kompetitif,” tukasnya.
Artikel Terkait
Bareskrim Polri Umumkan Hasil Tes DNA Ridwan Kamil dan Anak Lisa Mariana
Mendag Langsung Evaluasi Ekspor Udang Beku yang Terpapar Radioaktif
Mengintip Proyek Besar RI demi Atur Tumpang Tindih Data Instansi
15 Wilayah Indonesia dari Sumatera hingga Papua di Guncang Gempa
China Buka Peluang Bawa Investor untuk Bangun Infrastruktur dan Perumahan di IKN
KPK OTT Noel Ebenezer, Pejabat RI yang Kini Merangkap Komisaris PT Pupuk Indonesia
Hilirisasi Kelapa Bisa Tembus Rp2.600 Triliun, Mentan Dorong UMKM Bangun Pabrik
3 Fakta Kontroversi Noel Ebenezer dari Janji Palsu hingga Dipolisikan
Begini Respon Istana usai Immanuel Ebenezer Terjerat OTT KPK
Immanuel Ebenezer Diduga Peras Perusahaan Terkait Sertifikasi K3