Sabtu, 18 April 2026

Petani Tebu Ngeluh ke DPR: Stok Gula 100 Ribu Ton Mandek

Photo Author
Rahmad Ade, Gema Lantang
- Kamis, 21 Agustus 2025 | 14:56 WIB

Ilustrasi para petani tebu di Indonesia. (Freepik.com/Wirestock)
Ilustrasi para petani tebu di Indonesia. (Freepik.com/Wirestock)

“Kalau sudah surplus, mestinya tidak ada alasan untuk impor. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, impor malah dibebaskan. Kami bingung dengan arah kebijakan ini,” tegasnya.

Baca Juga: Mengintip Proyek Besar RI demi Atur Tumpang Tindih Data Instansi

Nur juga mengungkap persoalan serupa yang dialami pada produksi etanol. Sekjen DPN APTRI menyebut, kapasitas pabrik di dalam negeri sebenarnya mencapai 303 ribu kiloliter. Namun, produksi riil hanya sekitar 160 ribu kiloliter karena pasar dikuasai produk impor.

“Produksi tetes yang seharusnya bisa mendukung pabrik etanol jadi tidak terserap maksimal. Pasar lebih memilih etanol impor yang harganya lebih kompetitif,” tukasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rahmad Ade

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Geopolitik Minyak Venezuela dan Ekonomi Indonesia

Minggu, 11 Januari 2026 | 13:38 WIB

Kaleidoskop 2025: Sorotan Publik pada DPR

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:11 WIB
X