Sabtu, 18 April 2026

Tarif Trump Bikin Resah, Menko Airlangga Kini Bongkar Proyek AZEC

Photo Author
Rahmad Ade, Gema Lantang
- Senin, 5 Mei 2025 | 09:23 WIB

Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian RI, Airlangga Hartarto. (Gemalantang.com/Instagram.com/@airlanggahartarto_official)
Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian RI, Airlangga Hartarto. (Gemalantang.com/Instagram.com/@airlanggahartarto_official)

GEMALANTANG.COM, BOGOR -- Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian RI, Airlangga Hartarto mengungkap kerja sama dagang antara Indonesia dengan Jepang.

Kerja sama RI-Jepang itu di tengah situasi perang dagang pada pasar global akibat kebijakan tarif balasan atau resiprokal Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Tarif Trump itu dinilai meresahkan bagi sejumlah negara yang menjadi mitra dagang AS, termasuk Indonesia yang sebelumnya dikenakan tarif 32 persen, dan Jepang yang dikenakan tarif 24 persen.

Baca Juga: Singgung Tarif Impor AS, PM Malaysia Bongkar Percakapan dengan Prabowo

Terkini, Airlangga mengungkap, PM Jepang, Fumio Kishida beserta delegasinya menyambangi kediaman Presiden RI, Prabowo Subianto di Bogor, Jawa Barat, pada Minggu, 4 Mei 2025.

Menko Perekonomian menyebut, kedatangan PM Kishida itu untuk menyampaikan surat dari Perdana Menteri Jepang, Ishiba mengenai proyek kerja sama dagang AZEC (Asia Zero Emission Community).

"Disampaikan langsung kepada Pak Presiden (Prabowo) dan tentu isinya terkait untuk proyek-proyek AZEC," ujar Airlangga usai bertemu dengan PM Kishida dalam kesempatan yang sama.

Baca Juga: Albanese Ingin Kunjungi Indonesia Setelah Menang Pemilu Australia

Airlangga mengatakan, pertemuan RI-Jepang juga membahas perkembangan proyek kerja sama dalam kerangka AZEC.

Kemudian, Menko Perekonomian itu menyebut saat ini RI memiliki lebih dari 170 MoU (Memorandum of Understanding) atau Nota Kesepakatan dengan Jepang.  

"Besok akan ada penandatangan financial closing terhadap proyek di Muara Laboh, Sumatera Barat, di mana proyek itu adalah 80 MW geothermal dengan investasi sekitar 500 juta dolar (sekitar Rp8.233 triliun)," terangnya.

Baca Juga: Pulau Bali Sempat Blackout, Istana Ikut Buka Suara

Airlangga mengklaim, pihaknya ingin proyek AZEC terus diperkuat di tengah tantangan ketidakpastian pasar global akibat kebijakan Tarif Trump.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rahmad Ade

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Geopolitik Minyak Venezuela dan Ekonomi Indonesia

Minggu, 11 Januari 2026 | 13:38 WIB

Kaleidoskop 2025: Sorotan Publik pada DPR

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:11 WIB
X