"Hampir semuanya kita gagal panen, karena susah sekarang ini mencari, terendam semua," terang warga di Desa Sukajadi itu.
Perihal itu, Virdian menyoroti potensi mahalnya harga bibit imbas bencana di Aceh
Baca Juga: Padang Diterjang Banjir Lagi, BPBD Sebut Rencana Modifikasi Cuaca
"Bisa dipastikan panen ke depan itu harga bibit dan beras mahal, karena mayoritas itu susah nyari," terang Virdian.
Virdian lantas mendiskusikan hal tersebut dengan seorang mahasiswa pertanian, Ridho.
"Nah, mahasiswa pertanian (Ridho) membuat konsep gimana bisa tepat sasaran," sebut Virdian
Soroti Pentingnya Intervensi Kebijakan
Ridho membeberkan, setidaknya terdapat 4 dimensi utama ketahanan pangan, meliputi ketersediaan, akses, pemanfaatan, stabilitas.
Di sisi lain, Ridho menyoroti pentingnya intervensi kebijakan oleh pemangku kepentingan dalam upaya pemulihan pertanian di Aceh Tamiang.
"Lalu, pentingnya intervensi kebijakan dari kelembagaan itu khususnya pemerintah," ungkap Ridho
"Itu juga perlu kita cermati, salah satunya adalah pengolahan lahan," tambahnya.
Mendengar hal itu, Virdian lantas menilai sang mahasiswa pertanian tersebut pantas mendapatkan nilai tinggi dalam sidang skripsi nanti.
"Ini tidak perlu disidangkan, izin, ini sudah praktek langsung, langsung lulus saja," tegas Virdian.
Virdian lalu menerangkan, pihaknya akan berupaya percepatan pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang