Gemalantang.com - Kasus konflik masalah lahan di Provinsi Jambi termasuk paling banyak yang di alami masyarakat dengan perusahaan
Seperti terjadi konflik Lahan antara warga Dusun Pematang Bedaro Desa Teluk Raya dan Perusahaan sawit PT Fajar Pematang Indah Lestari berakhir damai.
Kapolda Jambi Irjen Pol. Rusdi Hartono melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Mulia Prianto mengatakan, Konflik lahan yang terjadi antara warga dan perusahaan kelapa sawit mendapatkan titik terang.
Baca Juga: Edi Purwanto Minta Pemerintah Provinsi Jambi Janggan Lambat Selesaikan Konflik Lahan
Baca Juga: Rakor Forkompimda Muaro Jambi Bahas Isu Konflik Horizontal
Baca Juga: Rakor Forkopimda di Muaro Jambi, Bachyuni Deliansyah Minta Selesaikan Konflik Sosial
Konflik yang terjadi di dusun Pematang Bedaro Desa Teluk Raya ,sudah menemui kesepakatan antara warga dan pihak perusahaan PT.FPIL, yang di fasilitasi jajaran Polda Jambi.
Kedua belah pihak bersepakat, dan perusahaan bersedia memberikan apa yang menjadi tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat.
Disaksikan langsung Dir Intelkam Polda Jambi Kombes Pol Ronalzie Agus, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jambi Kombes Pol Andri Ananta Yudhistira, Kapolres Muaro Jambi AKBP Muharman Arta.
Baca Juga: Dengar Langsung Keluhan Masyarakat Soal Konflik Lahan, Edi Purwanto Bakal Panggil BPN
Baca Juga: Al Haris, GMNI Jambi Bahas Tentang Konflik Kemacetan Hingga Angkutan Batubara Bersama GMNI Jambi
" Konflik lahan yang terjadi sudah puluhan tahun, Alhamdulillah hari ini masyarakat dengan sukarela membongkar tenda yang telah berdiri di lahan perkebunan sawit PT Fajar Pematang Indah Lestari (FPIL)" kata Mulia, Senin (09/10/23).
Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Mulia Prianto berterima kasih kepada semua pihak, baik Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, Pemerintah Desa, Kecamatan, TNI yang telah membantu proses mediasi ini, hingga masyarakat dengan sukarela membongkar tenda dan meninggalkan lokasi.