Sabtu, 18 April 2026

Polemik Whoosh 'Dikuliti' dari Perencanaan hingga Proses Studi Kelayakan

Photo Author
Rahmad Ade, Gema Lantang
- Kamis, 13 November 2025 | 21:40 WIB

Pengamat sebut pembengkakan biaya Whoosh karena studi kelayakan di awal yang tak maksimal. (Instagram/keretacepat_id)
Pengamat sebut pembengkakan biaya Whoosh karena studi kelayakan di awal yang tak maksimal. (Instagram/keretacepat_id)

“Makanya, cost overrun tinggi karena tidak ada studi yang dilakukan dengan benar. Jepang pun kalau melakukan, pasti ada cost overrun tapi akan minim karena mereka sudah mengukur semuanya,” tambahnya.

Baca Juga: Diperiksa Sebagai Tersangka, Rismon Sianipar Malah Pamer ‘Gibran End Game’

Sedangkan China, kata Sulfikar, melakukan studi lapangan justru saat proyek sedang berjalan.

Perencanaan Tak Matang

Dalam siaran podcast lain, aktivis dan peneliti ICW, Almas Sjafrina, sempat menyinggung tentang perencanaan proyek Whoosh yang tidak matang hingga membuat seolah kelabakan dalam pembayaran utangnya.

“Yang membuat bingung kok sekarang baru ribut gimana cara bayarnya, ini harusnya sudah dipikirkan sebelum programnya, proyeknya jalan,” kata Almas dikutip dari video yang diunggah di kanal YouTube Bambang Widjojanto pada Selasa, 11 November 2025.

“Sebetulnya, ini menunjukkan bagaimana pemerintah kita itu belum matang di level perencanaan persiapan udah jalan duluan,” lanjutnya.

Almas menambahkan bahwa akibat dari perencanaan yang kurang tepat itu membuat perhitungannya meleset ketika proyek Whoosh mulai berjalan.

Baca Juga: Natalius Pigai Ultimatum Pemerintah dan Swasta soal Bullying

“Makanya, ada penghitungan yang meleset, berapa sih proyeksi pendapatan dari Whoosh yang harapannya itu bisa membantu untuk membayar ke China dan sebagainya,” ucapnya.

“Problem pertama menurut saya di situ adalah perencanaan dan persiapannya,” imbuh Almas.

Menurutnya, sebelum proyek Whoosh dimulai, harus ada kajian panjang dan mendalam.

“(Kajian) soal kebutuhannya, siapa target penumpangnya. Padahal, kalau perencanaan beres, 50 persen pekerjaan itu sudah selesai,” tegasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rahmad Ade

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Geopolitik Minyak Venezuela dan Ekonomi Indonesia

Minggu, 11 Januari 2026 | 13:38 WIB

Kaleidoskop 2025: Sorotan Publik pada DPR

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:11 WIB
X