Fadli juga menyebut bahwa penulisan ulang sejarah ini terdiri dari 10 jilid buku dengan total tebal 5.500 halaman.
Ia juga menekankan bahwa tidak ada intervensi dalam proses penulisan ulang sejarah ini.
Baca Juga: Isak Tangis Anggota DPR Pecah Saat Fadli Zon Jelaskan Kekerasan Mei 1998
"Kemenbud menyerahkan sepenuhnya kepada sejarawan," pungkasnya.
Artikel Terkait
Pentingnya Pelembap Wajah untuk Kesehatan Kulit
Marciano: Olahraga Mampu Antarkan RI ke Tempat Istimewa di Dunia
Heboh, Struk Makan Pelanggan Diduga Kena Biaya Royalti Musik Rp29 Ribu
Era Digital Mengubah Cara Orang Menabung Emas
Pemilik Akun Minta Maaf usai Struk Makan Kena Biaya Royalti Viral
Prabowo Lantik Sejumlah Panglima Kodam hingga Komandan Brigade
Prabowo: Indonesia Harus Punya Pertahanan Sangat Kuat
Dampak Tarif Trump Bikin Ekspor Emas Batangan ke AS Terhenti
Heboh! Inovasi Rasa Es Krim Unik dari Lavender hingga Ikan Teri
Filosofi Avicenna: Kejernihan Jiwa Bagian dari Menjaga Kecerdasan