Sabtu, 18 April 2026

PM Malaysia Ingin Maksimalkan Potensi Investasi di Indonesia

Photo Author
Rahmad Ade, Gema Lantang
- Jumat, 27 Juni 2025 | 19:02 WIB

Potret Presiden RI Prabowo Subianto (kanan) dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim (kiri) (Gemalantang.com/istimewa )
Potret Presiden RI Prabowo Subianto (kanan) dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim (kiri) (Gemalantang.com/istimewa )

GEMALANTANG.COM, JAKARATA — Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan kerja sama dengan Indonesia dalam bidang perdagangan dan investasi harus dimaksimalkan.

Menurutnya, potensi investasi dan perdagangan kedua negara sangat besar, tapi selama ini belum optimal.

Baca Juga: Prabowo Pangkas Jalur Logistik Demi Hasilkan Energi yang Efisien

“Potensi investasi dan perdagangan antara negara kita sangat besar, namun kami berdua merasa bahwa potensi ini belum dimaksimalkan. Ini tentu merugikan, mengingat eratnya hubungan persahabatan kita," ujar Anwar dalam konferensi pers bersama Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (27/6).

Anwar menuturkan ia dan Prabowo sepakat bahwa perlu ada langkah-langkah yang harus diambil RI dan Malaysia untuk meningkatkan kemajuan perekonomian kedua negara.

Baca Juga: ‎Sahabat Alam Jambi 'Warning' Kritikus Yang Tendensius Terhadap Maulana

Ia menegaskan RI dan Malaysia punya kekuatan domestik, bilateral, dan di kawasan Asean dalam menghadapi isu tarif dan ketegangan global.

“Saya setuju dengan pandangan Presiden, bahwa segala langkah yang masuk akal harus kita ambil untuk meningkatkan investasi dan kerja sama ekonomi,” tuturnya.

Baca Juga: Perang Israel-Iran, Dasco: Evakuasi Secara Bertahap

Anwar melanjutkan pada pertemuan bilateral itu, sejumlah isu internasional lainnya turut dibahas seperti konflik di Myanmar dan genosida di Jalur Gaza.

Menurutnya, RI dan Malaysia punya sikap yang sama yaitu mengecam tindakan Israel kepada Palestina dan terkini pada Iran.

Baca Juga: ‎Skandal Dugaan Penipuan Investasi Batubara Bergulir

"Kita dengan tegas mengecam kebiadaban Israel yang menyebabkan genosida. Meskipun ada rasa lega sementara karena adanya ceasefire (gencatan senjata) antara Israel dan Iran, Malaysia tetap menyuarakan sikap keras terhadap pelanggaran Israel atas Iran. Kami mendukung hak Iran untuk mempertahankan martabat, integritas, dan kedaulatan negaranya," tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rahmad Ade

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Geopolitik Minyak Venezuela dan Ekonomi Indonesia

Minggu, 11 Januari 2026 | 13:38 WIB

Kaleidoskop 2025: Sorotan Publik pada DPR

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:11 WIB
X