Selain itu, Maltofer dapat dikonsumsi kapan saja tanpa perlu jeda dengan makanan dan minuman, berbeda dengan garam besi seperti Ferrous sulfate (Fe²⁺) yang umumnya perlu diberikan dengan jarak 1-2 jam.
Hal ini membantu meningkatkan kepatuhan dalam konsumsi. Kami berharap Maltofer dapat menjadi solusi yang lebih tepat, praktis, dan berkelanjutan bagi masyarakat dalam menjaga kecukupan zat besi,” tambah Debi.
Sejalan dengan upaya edukasi tersebut, perspektif medis menjadi penting untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada masyarakat.
Dari sisi medis, dr.Lucky Yogasatria Sp.A, Dokter Spesialis Anak dan Konselor Laktasi menjelaskan, “Zat besi memiliki peran penting dalam pembentukan sel darah merah serta mendukung fungsi kognitif, termasuk konsentrasi dan kemampuan belajar.
Kebutuhan zat besi perlu diperhatikan sejak dini, mulai dari bayi hingga usia dewasa, terutama pada periode pertumbuhan, masa remaja, sebelum kehamilan, hingga selama kehamilan.
Pada masa kehamilan, kecukupan zat besi sangat penting untuk mendukung kesehatan ibu, pertumbuhan janin, serta membantu menurunkan risiko bayi lahir dengan cadangan zat besi yang rendah, sehingga dapat menekan potensi kekurangan zat besi pada bayi sejak awal kehidupan.”
Ia pun melanjutkan, “Pemenuhan zat besi sebaiknya diutamakan dari pola makan bergizi seimbang, namun pada kondisi tertentu suplementasi dapat dipertimbangkan sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Saat ini, tersedia berbagai pilihan suplementasi zat besi oral, termasuk dalam bentuk Iron Polymaltose Complex (IPC), yang memiliki karakteristik pelepasan zat besi yang lebih terkendali sehingga membantu penyerapan sesuai kebutuhan tubuh, cenderung lebih nyaman di saluran pencernaan, serta dapat dikonsumsi bersama makanan.”
Artikel Terkait
Pentingnya Pelembap Wajah untuk Kesehatan Kulit
Begini Respon KPK soal Kesehatan Immanuel Ebenezer Usai di OTT
PLTU dan Tagihan Sunyi Kesehatan Publik: Ribuan Kematian Dini dan Triliunan Rupiah Melayang
Dilema Rokok di Antara Ekonomi dan Kesehatan
Apresiasi Pelayanan Kesehatan, Fadhil Arief: Pejabat OPD Salah Minta Support dari Bupati
Mengurai Rencana Penghapusan Tunggakan BPJS Kesehatan
Wacana Penghapusan Tunggakan BPJS Kesehatan: Antara Keadilan Sosial dan Kemampuan Bayar
Pemerintah Kaji Pemutihan Tunggakan BPJS Kesehatan, Nilai Utang Capai 10T
Purbaya Jamin Tak Ada Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan
BPJS Kesehatan Siap Ambil Alih Tunggakan Peserta