Dia menekankan, operasional angkutan batu barayang menuju pelabuhan sungai yang melewati jalan naisonal di wilayah Batanghari perlu dievalusasi.
"Di Tebo tidak ada komplain masyarakat. Di Lingkar Selatan Kota Jambi juga aman. Batanghari semrawut," kata dia.
Dia berharap Pemprov Jambi bisa cek betul kondisi di lapangan bersama satgasnya. "Apalagi ini musim hujan dan masuk Ramadhan," kata dia.
Dhafi menegaskan, pihak kepolisian hanya berpikir bagaimana supaya masyarakat pengguna jalan lainnya tidak terganggu.
Sementara salah seorang anak muda asal Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, Andika mengatakan kalau buat kebijakan tu harus di kaji matang-matang.
Karena menurutnya sudah benar kemarin, Al Haris dengan tegas
dan lantang melarang aktifitas angkutan
Batubara melewati jalan lintas nasional yenuju akota Jambi.
"kini wo lemah dengan kepuasan tersebut, wo kembali membuka jalan bagi angkutan batubara untuk melintas banyaklefek negatifnya daripada positifnyo. Wo kaji ulang Ingat !! masyarakat sudah gerah dengan tingkah kebijakan Wo," tegasnya, Sabtu (9/3/2024)
Artikel Terkait
5 Unit Mobil Angkutan Batubara Melintas di Batanghari, Warga Sebut Gubernur Tak Konsisten
Kasus Batubara, Narkoba Hingga Ilegal Driling di Jambi Jadi Sorotan Komisi III DPR RI
PPTB dan Satgaswas Gakkum Menjadi "Ujung Tombak" Hauling Batubara di Jambi
Angkutan Batubara Kadang Buka Kadang Tutup, Warga: Aturan Menurut Seleranya
Angkutan Batubara Kembali Dibuka, Warga Jambi: Hilang Rasa Bangga Kami Terhadap Pemimpin
Angkutan Batubara Kembali Beroperasi di Jalan Nasional, Warga Jambi: Selamat Datang Kemacetan
Kegelisahan Masyarakat Angkutan Batubara Melintas, Edi Purwanto: Pengusaha Jangan Memikirkan Keuntungan Saja
Putra Batanghari Ini Berharap Al Haris Satu Pemikiran Dengan Edi Purwanto Soal Angkutan Batubara