Minggu, 24 September 2023

Aksi Pemblokiran Ruas Jalan Nasional Kerinci-Bangko Kembali Terjadi

- Minggu, 17 September 2023 | 17:07 WIB
Aksi Pemblokiran Ruas Jalan Nasional Kerinci-Bangko Kembali Terjadi
Aksi Pemblokiran Ruas Jalan Nasional Kerinci-Bangko Kembali Terjadi

Gemalantang.com - Belakangan ini ramai soal pemblokiran jalan yang ada di Provinsi Jambi.

Kali ini kembali terjadi aksi pemblokiran jalan oleh masyarakat Kabupaten Merangin pada Minggu (17/9/2023).

Sepertinya aksi pemblokiran jalan seakan-akan menjadi senjata ampuh bagi warga, ketika suatu tuntutan atau yang diharapkan masyarakat tak kunjung ada hasil kesepakatan.

Bagaimana tidak, hal tersebut terbukti dalam kurun waktu 1 Minggu ini saja, sudah terdapat tiga lokasi titik pemblokiran jalan.

Setelah sebelumnya, ruas jalan Birun Perentak, Kabupaten Merangin diblokir warga. Selanjutnya aksi blokir jalan pada waktu itu juga terjadi di Desa Tamiai Batang Merangin Kerinci. Namun kali ini hanya berselang sepekan, aksi blokir jalan kembali terjadi.

Informasi yang berhasil dihimpun, dimana terlihat sejumlah warga Pulau Sangkar, Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci, pada Minggu (17/08/2023) memblokir ruas jalan Nasional Kerinci - Bangko.

Menurut sumber, pemblokiran ruas jalan Kerinci - Bangko dilakukan sekitar pukul 09.30 WIB, pemblokiran ini disebabkan sejumlah warga protes terhadap Polres Kerinci,

Karena sampai saat ini surat dari Depati Empat Alam Kerinci yang dikirim ke Polres Kerinci tidak ditanggapi, terkait dengan aktivitas Depati Rencong Telang Ujung Kerajaan Pagaruyung di Pulau Sangkar.

Kapolsek Batang Merangin, Iptu Julisman dikonfirmasi wartawan, membenarkan adanya pemblokiran jalan Kerinci - Bangko di desa Pulau Sangkar, Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci. Ia mengatakan bahwa di Pulau Sangkar ada dua adat yaitu Depati Rencong Telang dan Depati Rencong Telang Ujung Kerajaan Pagaruyung.

"Iya pihak dari depati Rencong telang melarang pihak dari Rencong telang ujung Pagaruyung melakukan kegiatan Pentas seni budaya adat Pagaruyung," katanya singkat.

Sementara itu Adapun isi surat yang dikirim Depati Empat Alam Kerinci ke Polres Kerinci sebagai berikut.

1.Menurut sejarah suku Kerinci yang mendiami wilayah Kerinci tinggi dan Kerinci rendah yang disebut dengan istilah Empat diatas Tiga di baruh, tidak pernah menjadi bagian dari kerajaan Pagaruyung.

2. Dengan keberadaan lembaga adat Depati Rencong Telang Ujung Kerajaan Pagaruyung yang aktenya terbentuk perkumpulan yang mana dilapangan sebagai pemangku adat merupakan pelanggaran terhadap undang - undang suversi adat "Memecah yang bulat, mengeping yang buntal, ngepat diateh pengepat, mena umah dalam umah, mena adat dalam adat, mao cupak mao gantang, cak betih bak betih, mena cabuh tengah negri, lah jadi imau jadi gajah dalam negri hinggo lah ngupak adat lah sumbing lembago" yang membuat perpecahan dan merusak tatanan sejarah masyarakat adat Kerinci yang selama ini dikenal dengan Depati.

3. Berdasarkan sidang Depati Empat Adat Alam Kerinci bersama Kembar Rekan pada 20 Desember 2020 bertempat di Pengasi, sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Nomor: 01/D4-AK/XII/2020 tentang lembaga adat Depati Rencong Telang Ujung Kerajaan Pagaruyung.

- Tidak mengakui adanya lembaga adat Depati Rencong Telang Ujung Kerajaan Pagaruyung, Pulau Sangkar. - Membubarkan Pemangku Adat Depati Rencong Telang Ujung Kerajaan Pagaruyung, Pulau Sangkar. - Memberikan sanksi adat berupa hutang beras seratus kaleng dan kerbau seekor.

Editor: Gema Lantang

Tags

Terkini

Tiga Oknum Wartawan di Kepung Warga, Ini Penyebabnya

Sabtu, 23 September 2023 | 13:32 WIB

Ini Hasil Pertemuan Warga SAD Dengan DPRD Batanghari

Senin, 28 Agustus 2023 | 19:30 WIB

Tega, Bayi Ini Diduga Dibuang Orang Tuanya

Rabu, 21 Juni 2023 | 21:16 WIB
X