Sabtu, 18 April 2026

Pandu Sjahrir Ungkap Perkembangan Kampung Haji Indonesia

Photo Author
Rahmad Ade, Gema Lantang
- Kamis, 20 November 2025 | 16:35 WIB

CIO Danantara, Pandu Sjahrir memberi update tentang perkembangan Kampung Haji Indonesia di Makkah. (Instagram/pandusjahrir)
CIO Danantara, Pandu Sjahrir memberi update tentang perkembangan Kampung Haji Indonesia di Makkah. (Instagram/pandusjahrir)

GEMA LANTANG, JAKARTA -- Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) membagikan update terbaru rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi.

Hal itu diungkap oleh Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, dalam acara Business Forum di Jakarta pada Rabu, 19 November 2025.

Pandu mengungkapkan bahwa Danantara sudah siap untuk membeli lahan seluas 80 hektare untuk dibangun Kampung Haji Indonesia di Makkah.

Sudah Tahap Proses Lelang

Pandu mengatakan sudah ada kawasan lahan yang diincar dan proses bidding atau lelang telah dilakukan.

“Jadi, kita sudah masukin bidding (lelang), dari sisi bidding nanti kita akan tahu pertengahan Desember hasilnya. Hampir 90 bidder rupanya yang masuk untuk tanah yang kita inginkan,” kata Pandu.

Baca Juga: BPK Harus Periksa Dana OPD Tuk Tenaga Ahli Gubernur Jambi

Selain proses lelang, Pandu juga mengatakan ada pembahasan mengenai skema bisnis yang akan dilakukan.

“Kami juga sedang melakukan B2B deal (business to business) untuk beberapa aset di luar proses bidding, yang bisa mengakomodasi permintaan dari Indonesia,” imbuhnya.

Kawasan Berfasilitas Lengkap

Dalam kesempatan itu, Pandu juga mengungkapkan apa saja yang akan dibangun di kawasan tersebut.

“Keinginan kita itu untuk bisa hospitality, rumah sakit, tempat makan, jadi bukan hanya untuk orang Indonesia, tapi untuk yang ingin mengenal Indonesia,” jelasnya.

Baca Juga: Karang Taruna 'Diseret' Pusaran Pungutan Liar Batu Bara Jambi

Selain untuk menyokong keperluan para jemaah dari Indonesia, Kampung Haji ini juga berdiri untuk kepentingan komersial.

“Di sini kami akan mulai dari makanan dan minuman, modest fashion, pariwisata, farmasi, media, dan kemungkinan bisnis syariah, karena 80 hektare itu sama dengan 2,5 kali SCBD,” lanjutnya.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rahmad Ade

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Geopolitik Minyak Venezuela dan Ekonomi Indonesia

Minggu, 11 Januari 2026 | 13:38 WIB

Kaleidoskop 2025: Sorotan Publik pada DPR

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:11 WIB
X