GEMALANTANG.COM -- Perselisihan antara Arab Saudi dan Houthi di Yaman sudah berlangsung cukup lama. Arab Saudi telah berperang dengan Houthi sejak 2015 silam.
Hal ini berawal ketika Riyadh campur tangan atas nama pemerintah transisi setelah kudeta oleh pemberontak, yang diklaim Saudi didukung oleh Iran.
Perang tersebut telah menyebabkan kehancuran yang meluas di Yaman, tidak luput berdampak pada sektor perekonomian Yaman.
Baca Juga: Indonesia Kirim Bantuan Kemanusiaan Untuk Papua Nugini dan Afganistan
Permusuhan terbuka antara keduanya sebagian besar telah berhenti di tengah negosiasi yang sedang berlangsung, tetapi ketegangan tetap tinggi karena belum ada gencatan senjata resmi.
Berdasarkan laporan New Arab, mengatakan media sayap militer Houthi di Yaman menerbitkan sebuah video yang berjudul 'Coba saja'.
Video tersebut berisi gambar Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh, Bandara Internasional Raja Abdulaziz di Jeddah, Bandara Internasional Raja Fahd di Damman serta pelabuhan di Ras Tanura, Jizan, dan Jeddah yang diambil melalui udara.
Baca Juga: Perundingan Bakal Buntu Lagi, Hamas Tuduh Benjamin Netanyahu Hambat Gencatan Senjata
Perilisan gambar-gambar objek vital Arab Saudi itu bertepatan dengan pidato pemimpin Houthi yakni Abdul Malik al-Houthi, dalam pidatonya al-Houthi secara langsung berbicara kepada Arab Saudi.
"Amerika berusaha menjerat kalian, dan jika kalian menginginkannya, cobalah saja. Jika kalian menginginkan kebaikan untuk diri kalian sendiri, stabilitas untuk negara kalian, dan ekonomi kalian, hentikan konspirasi kalian terhadap negara kami" sebutnya
"Jika Amerika berhasil menjerat Anda, itu adalah kebodohan yang mengerikan dan kegagalan besar, dan merupakan hak alami kami untuk menghadapi tindakan agresif apa pun." katanya dikutip dari New Arab, Selasa (09/07/2024).
Baca Juga: Presiden Pezeshkian Tegaskan Dukungan Terhadap Hizbullah di Lebanon
Media berbasis di London itu menilai video tersebut sebagai upaya Houthi untuk mengingatkan Arab Saudi bahwa mereka masih mampu menyerang jauh ke dalam kerajaan tersebut.