Sabtu, 18 April 2026

Sri Mulyani Pastikan Defisit ABPN Tahun 2025 Tidak Jebol

Photo Author
Rahmad Ade, Gema Lantang
- Selasa, 8 April 2025 | 19:12 WIB

Menteri Keuangan Sri Mulyani Pastikan Defisit ABPN Tidak Jebol (Gemalantang.com/istimewa/google)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Pastikan Defisit ABPN Tidak Jebol (Gemalantang.com/istimewa/google)

GEMALANTANG.COM, JAKARTA — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) Indonesia tahun ini tidak akan jebol dan mengimbau rakyat termasuk pelaku pasar untuk tidak khawatir.

"Jangan khawatir, tidak jebol APBN-nya," kata Sri Mulyani dalam acara Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden Republik Indonesia di Menara Mandiri, Jakarta, Selasa (8/4).

Baca Juga: Maraknya Judi Online di Jambi, Al Haris Sekda Bahas Pola-pola Ini

"Program Bapak Presiden ada di dalam ruang APBN yang sudah ada. Pembangunan desa, termasuk koperasi desa ada di APBN, lalu Danantara yang di-establish termasuk penggunaan dividennya itu sudah kita perhitungkan," lanjutnya.

Sri Mulyani mengatakan target defisit APBN 2025 akan tetap dijaga di kisaran 2,5% terhadap produk domestik bruto (PDB) atau sesuai Rp 616,2 triliun.

Baca Juga: Gelar Apel Gabungan Pasca Lebaran Idul Fitri, Fadhil Arief Minta ASN Jaga Sinergitas

Menurutnya defisit itu akan terus terjaga dengan realisasi belanja negara sesuai target Rp 3.621,3 triliun dan pendapatan negara Rp 3.005,1 triliun.

Selain itu, Sri Mulyani juga mengomentari keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menerapkan tarif baru kepada puluhan negara, termasuk Indonesia, yang menurutnya tidak memiliki dasar ekonomi.

Baca Juga: Objek Wisata di Batanghari Ramai Dikunjungi Saat Liburan Idul Fitri, Omset Penjualan Bakso Keliling Meningkat

“Tarif resiprokal yang disampaikan oleh AS terhadap 60 negara menggambarkan cara perhitungan tarif tersebut, yang saya rasa semua ekonom yang sudah belajar ekonomi tidak bisa memahami,” ucap Sri Mulyani.

Sri Mulyani menilai kebijakan tarif ini lebih didasarkan pada kepentingan Trump agar perdagangan AS tidak defisit dengan negara-negara lain, dan karenanya tidak memiliki landasan ekonomi.

Baca Juga: Vespa Pegawai Sambut Hari Kemenangan Dengan Pererat Silaturahmi

“Itu artinya saya tidak ingin tergantung atau beli kepada orang lain lebih banyak dari apa yang saya bisa jual kepada orang lain. It is purely transactional, tidak ada landasan ilmu ekonominya,” tuturnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rahmad Ade

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Geopolitik Minyak Venezuela dan Ekonomi Indonesia

Minggu, 11 Januari 2026 | 13:38 WIB

Kaleidoskop 2025: Sorotan Publik pada DPR

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:11 WIB
X