2. Sebagian besar kasus anemia disebabkan karena kekurangan zat besi. Kondisi ini menunjukkan bahwa kekurangan zat besi masih menjadi tantangan kesehatan yang berdampak pada fungsi kognitif, kemampuan belajar, serta potensi tumbuh kembang jika tidak ditangani dengan tepat.
Weitarsa Hendarto, Direktur PT Combiphar menyampaikan, “Melalui kampanye #ZatBesiPasBekerjaCerdas, kami ingin mendorong masyarakat untuk lebih memahami pentingnya pemenuhan zat besi secara tepat di setiap tahap kehidupan.
Maltofer sendiri telah dikenal luas melalui rekomendasi tenaga kesehatan, dan sebagai obat bebas, dapat diakses dengan lebih mudah oleh masyarakat untuk membantu menangani kekurangan zat besi, baik dengan maupun tanpa anemia.
Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus menghadirkan solusi kesehatan yang relevan dan berdampak bagi masyarakat Indonesia.”
Ditambahkan Debi Widianti, Senior General Manager Marketing PT Combiphar, “Maltofer hadir sebagai solusi suplementasi zat besi yang dipercaya selama lebih dari 60 tahun di dunia dan menjadi pemimpin pasar di kategori suplementasi oral dalam format cair di segmen anak, serta dipercaya oleh tenaga kesehatan, sehingga memberikan keyakinan lebih bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan zat besi di berbagai tahap kehidupan, termasuk dalam mendukung tumbuh kembang anak.”
Zat besi dalam Maltofer hadir dalam bentuk Iron Polymaltose Complex (IPC), yaitu zat besi unik dengan mekanisme pelepasan zat besi terkendali sehingga dapat diserap sesuai kebutuhan tubuh.
“Dengan formulasi Iron Polymaltose Complex (IPC) yang bekerja cerdas, Maltofer tidak hanya menawarkan efektivitas dalam membantu mengatasi kekurangan zat besi, tetapi juga kenyamanan penggunaannya dengan profil efek samping saluran cerna yang lebih rendah, seperti konstipasi, mual, dan muntah.