GEMALANTANG.COM -- Korea Selatan sebut perdagangan senjata Korea Utara dengan Rusia merupakan ancaman bagi perdamaian global. Hal itu disampaikan Yoon didepan para pemimpin militer dan pasukan AS.
Bahkan, Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol mengatakan kekuatan serta aliansi di antara negara-negara demokrasi liberal sangat penting dalam menjaga kebebasan dari elemen-elemen yang ceroboh.
Baca Juga: Ngeri !!! Kelompok Houthi Di Yaman Ancam Arab Saudi
"Korea Utara mengancam perdamaian tidak hanya di semenanjung Korea tetapi juga secara global dengan terlibat dalam perdagangan senjata ilegal dengan Rusia," sebut Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol.
Yoon tiba di Hawaii dalam perjalanannya ke Washington untuk menghadiri pertemuan puncak NATO, mewakili salah satu dari empat mitra Asia-Pasifiknya.
Baca Juga: Indonesia Kirim Bantuan Kemanusiaan Untuk Papua Nugini dan Afganistan
Yoon merasa khawatir atas pengembangan militer Korea Utara semakin dalam setelah negara itu menandatangani pakta dengan Rusia bulan lalu yang mencakup perjanjian pertahanan bersama.
Presiden Korea Selatan itu diketahui telah memperingatkan Rusia atas hubungan militernya yang semakin erat dengan Korea Utara yang membuat Korea Selatan dan negara-negara Barat sangat khawatir.
Baca Juga: Perundingan Bakal Buntu Lagi, Hamas Tuduh Benjamin Netanyahu Hambat Gencatan Senjata
"Untuk melindungi kebebasan, demokrasi, dan kemakmuran ekonomi kita dari unsur-unsur yang gegabah ini, solidaritas antarnegara yang memiliki nilai-nilai dan kekuatan yang sama sangatlah penting." kata Yoon dikutip Reuters, Rabu (10/07/2024).
Seoul dan Washington mengatakan Korea Utara telah memasok artileri dan rudal balistik ke Rusia untuk digunakan di Ukraina, yang dibantah oleh Moskow dan Pyongyang.