"Gong-nya lagi, saat nenekku diperiksa memang harus diuap, eh ternyata alat uapnya lagi habis. Sudahlah kita pergi," imbuhnya.
Setelah ditinggal, keluarga dipanggil kembali karena alat uap ditemukan. Pasien pun mendapat penanganan dan kondisinya sempat membaik.
Kendati demikian, keluhan kembali muncul setelah pasien pulang.
Kemasan Obat yang Dinilai Tak Layak
Pada insiden itu, obat yang diberikan oleh klinik disebut tidak dikemas dalam plastik resmi, melainkan langsung diberikan dengan catatan yang ditulis pada kemasan obat.
Pengunggah video lantas menduga hal itu menyulitkan identifikasi obat yang diberikan.
“Nah jelang magrib nenekku minum obat (yang dikasih di situ)," tutur sang cucu.
"Saat dia ngasih obat, plastik obatnya lagi kosong jadi kita dikasih obat tanpa plastik yang biru itu, dan catatannya ditulis pada obatnya," tambahnya.